SIMALUNGUN (SUMUT)– Polemik dugaan peredaran narkotika dan praktik penipuan online (lodes) dari dalam Lapas Simalungun kian memanas. Sikap bungkam sejumlah pejabat kunci, Baik dari pihak lapas maupun aparat penegak hukum,Kini berujung pada langkah tegas dari kalangan aktivis.
Ketua Umum Agensi, Fernando Albert Damanik, menegaskan pihaknya akan membawa secara resmi persoalan ini ke Polda Sumatera Utara dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara guna meminta penanganan serius dan transparan.
Langkah ini diambil setelah upaya konfirmasi yang dilakukan kepada KPLP Lapas Simalungun serta Kasat Narkoba Polres Simalungun tidak mendapat tanggapan sama sekali. Kondisi tersebut dinilai memperkuat kesan tertutupnya informasi dalam isu yang seharusnya menjadi perhatian serius aparat.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan membawa ini secara resmi ke Polda Sumut dan Kakanwil Kemenkumham. Harus ada kejelasan,Ada apa sebenarnya di balik semua ini? Kenapa semua pihak memilih diam?”.Tegas Fernando.
Menurutnya, dugaan aktivitas ilegal yang melibatkan narkotika dan penipuan dari dalam lapas bukan hanya persoalan internal,Melainkan sudah masuk kategori ancaman terhadap keamanan publik dan integritas lembaga negara.
Fernando menilai, sikap bungkam aparat justru menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Ia menegaskan, jika tidak ada pelanggaran,Maka seharusnya pihak terkait berani membuka data dan hasil pemeriksaan secara transparan.
“Kalau tidak ada apa-apa, kenapa takut menjelaskan? Tapi kalau terus diam, publik akan menilai ada sesuatu yang disembunyikan. Ini yang harus dibongkar,” .Lanjutnya.
Selain melaporkan secara resmi,Pihaknya juga menyatakan akan melakukan pendalaman secara independen terhadap dugaan tersebut termasuk menelusuri kemungkinan adanya celah sistem pengawasan hingga dugaan keterlibatan oknum.
Desakan juga diarahkan kepada instansi terkait agar segera melakukan langkah konkret seperti inspeksi mendadak,Audit komunikasi warga binaan serta penelusuran aliran transaksi yang mencurigakan.
Hingga berita ini diturunkan,Pihak Lapas Simalungun maupun aparat kepolisian terkait masih belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.
Tim redaksi menegaskan akan terus mengawal isu ini dan menyajikan perkembangan terbaru secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
(Tim )
