Memuat...
Syber Warga

Media Nasional | Independen | Terpercaya

Breaking
Memuat berita terbaru...
Memuat slider...
MAHASISWA MENGGUGAT! Presma Universitas Efarina Soroti Dugaan Pemborosan Makan-Minum DPRD Simalungun Senilai Rp1,1 Miliar

MAHASISWA MENGGUGAT! Presma Universitas Efarina Soroti Dugaan Pemborosan Makan-Minum DPRD Simalungun Senilai Rp1,1 Miliar

REDAKSI Kamis, 02 April 2026 simalungun

 



SIMALUNGUN – Suara kritis dari kalangan intelektual muda mulai mengguncang gedung wakil rakyat di Bumi Habonaron Do Bona. Presiden Mahasiswa Universitas Efarina (Presma Unefa) secara resmi menyampaikan keprihatinan dan kritik pedas terhadap dugaan pembengkakan anggaran makan dan minum rapat di DPRD Kabupaten Simalungun yang dinilai tidak wajar, Kamis (02/04/2026).

Sorotan ini mencuat setelah informasi mengenai alokasi anggaran konsumsi yang diduga telah menyentuh angka fantastis sebesar Rp1,1 miliar hanya dalam kurun waktu awal tahun anggaran 2026.

Ironi Anggaran di Tengah Infrastruktur yang Memprihatinkan

Presiden Mahasiswa Universitas Efarina, Depandes Nababan, menilai angka tersebut sangat mencederai rasa keadilan publik. Mengingat total APBD Simalungun tahun 2026 mencapai Rp2,4 triliun, alokasi untuk kebutuhan seremonial seperti makan-minum rapat seharusnya bisa ditekan demi prioritas yang lebih mendesak.

"Jika benar di awal tahun saja nilainya sudah mencapai miliaran rupiah, publik berhak bertanya: berapa total yang akan dihabiskan hingga akhir tahun? Ini bukan hanya soal angka, tetapi soal keberpihakan, apalagi kondisi Simalungun yang masih memprihatinkan dari segi infrastruktur," tegas Depandes dalam pernyataannya sekira pukul 09:44 WIB.


Tuntutan Mahasiswa: Transparansi atau Krisis Kepercayaan

Depandes menambahkan bahwa DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh efisiensi anggaran. Sebagai bentuk sikap tegas, mahasiswa Universitas Efarina melayangkan tiga tuntutan utama:

  1. Transparansi Total: Mendesak DPRD Simalungun membuka secara rinci penggunaan anggaran makan dan minum rapat kepada publik.

  2. Evaluasi Anggaran: Meminta Pemkab Simalungun mengevaluasi alokasi yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

  3. Audit Lembaga Pengawas: Mendorong lembaga pengawas melakukan peninjauan guna memastikan tidak adanya pemborosan atau penyimpangan APBD.

Catatan Jurnalisme Nurani: Uang Rakyat Bukan untuk Foya-foya

Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan dukungan penuh atas gerakan moral mahasiswa ini.

"Melalui Jurnalisme Nurani, kita mengapresiasi keberanian Presma Unefa, Depandes Nababan. Mahasiswa adalah alarm bagi kekuasaan. Sangat ironis jika rakyat diminta berhemat sementara anggaran konsumsi rapat pejabat menembus angka miliaran rupiah di saat jalan-jalan di pelosok Simalungun masih hancur. DPRD harus menjawab tuntutan ini dengan data, bukan dengan diam," ungkap Fernando.

Mahasiswa Siap Kawal Akuntabilitas

Menutup pernyataannya, Depandes menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal isu ini hingga ke akar rumput.

"Ini uang rakyat. Setiap rupiahnya harus dipertanggungjawabkan. Jika ada yang tidak wajar, maka sudah menjadi kewajiban kami untuk bersuara dan mengawal," pungkasnya. Aksi pengawalan ini diharapkan dapat menjaga akuntabilitas penggunaan APBD agar benar-benar tepat sasaran bagi kemajuan Kabupaten Simalungun.


Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️

#UnefaMenggugat #PresmaEfarina #DPRDSimalungun #TransparansiAnggaran #APBDSimalungun #DepandesNababan #Syber Warga #JurnalismeNurani #SimalungunKritis

WhatsApp